~ edelweis ~

man jadda wa jadda

Kebahagiaan, sesuatu yang kasat mata

Teringat ucapan seorang ustadz, bahwa kebahagiaan itu adl pilihan sedangkan musibah itu adl kenyataan. Setelah dipikir-pikir…ternyata bener juga ya, kebahagiaan itu ga bisa diukur dan kasat mata. Kebahagiaan cuma bisa dirasakan di hati.

Harta, jabatan, fasilitas mewah, suami/istri yg rupawan => belum tentu membuat hati bahagia, jangan-jangan malah membuat kita khawatir utk menjaganya dan membuat hidup ga tenang.

======================

Teringat pada sebuah moment yg bisa dibilang ga bisa dilupain. Saat merelakan suami berangkat studi ke luar negeri. Merelakannya hanya karena 1 kata. Sayang. Walaupun pada akhirnya akan byk moment yg akan terlewati. Ya,bulan ramadhan pertama buat kami, minggu depannya adl 4 bulan usia kehamilan saya, dan ini adl hari lebaran kami yang pertama.

Merelakan semua dgn hati lapang demi masa depan cuma itu yg terpikir di benak kami berdua. semoga Allah akan menggantikan rasa pahit perjuangan ini dengan kebahagiaan lain yg sudah menunggu di depan sana.

Dan kembali titipkan semuanya hanya kepadaNya yg maha Perkasa. Allah yang maha sempurna dengan penjagaanNya. Allah yang menolong, pertolongan yg sanagat dekat melebihi urat nadi kita.

Sebuah perkataan yg mudah diucapkan namun sulit di aplikasikan yaitu SABAR. ya…sabar adl kunci seorang pemenang dalam menghadapi ujian dariNya.

Smoga kita semua akan menjadi pemenang dalam menghadapi ujian hidup.

Advertisements
Leave a comment »

Doa Untuk Negeri

“Ya Allah,aku berlindung kepadaMu dari rundungan sedih & duka. Aku berlindung dari lemah dan malas. Aku berlindung kepadaMu dari sifat bakhil & kikir. Aku berlindung kepadaMu dari beban hutang & penindasan orang”

Sebuah doa yg patut diucapkan seluruh muslim di Negeri ini, karena doa itu sangat tepat mewakili apa yg selama ini menjadi permasalahan kita. Dari mulai rundungan sedih & duka yg kemudian meningkat menjadi penyakit malas & lemah. Orang-orang malas biasanya bakhil & kikir sehingga dari semua masalah itu jadilah kita bangsa yg terbebani hutang & tidak bisa melepaskan diri dari penindasan bangsa lain.

Never give up,keep fight! – Qisthi press

Posted from WordPress for Android

Leave a comment »

Bulan Ramadhan yg Indah

hmm…take a deep breathe first..

Ramadhan yg sebentar lg akan pergi meninggalkan kita, rasa sedih yg tak terperi.. Allah, dzat yg Maha Agung..menghadirkan bulan Ramadhan dgn berbagai kemulian dan keberkahan.

Ramadhan saat ini berbeda..lebih byk kegiatan dr pada bulan2 biasanya.. Panitia di acara ini – itu, sampai bolak – balik sakit 😀 tapi sempet tarawih di istiqlal sm keluarga, Itikaf, ifthor bersama anak yatim dan dhuafa di kramat jati, semua itu mengesankan.

Temans, tak terasa sekarang sudah masuk ke hari 28…InsyaAllah qta semua dapat menggapai keutamaan di bulan ini. Mari bersama kita menggapai cinta Nya di sisa usia kita.

Jangan mengeluh….

Ikhlaskan segala luka, nestapa dan kesedihan…

terus melangkah ke depan dan  gapai cita-cita mu.

2 Comments »

Beramal Dengan Ikhlas

Ikuti Prinsip-Prinsip Bertindak dan anda akan mendapat anugerah jauh lebih banyak daripada yang anda butuhkan.Anda akan bekerja keras demi tujuan anda dan anda akan disukai. Hanya dengan dua sifat ini saja, anda akan dihargai dengan baik. Kemampuan organisasi akan membuat anda lebih banyak mempunyai waktu dari pada kebanyakan orang. Ketekunan dan kegigihan anda akan menciptakan imbalan finansial lebih banyak dari pada kebanyakan orang. Anda harus mempunyai banyak sebelum anda memberi. Berbagilah atas uang dan waktu yang anda miliki. Kirimkan banyak bunga, permen, email, kartu bertuliskan tangan anda, boneka beruang dan ucapan terima kasih. Tolonglah orang lain. Tersenyumlah. Pujilah. Ceritakan lelucon. Tertawalah. Ingat nama-nama mereka, peristiwa-peristiwa penting dan hari ulang tahun mereka. Dermawanlah dan setelah itu lupakan pemberian anda.

Ikhlaslah dalam berbagi waktu dan uang anda karena hal itu adalah hal yang benar. Anda akan menciptakan rangkaian tindakan positif yang berupa tindakan dan reaksi. Tidak egois, sifat berbagi, dermawan, murah hati, pemurah, berhati mulia dan sangat ramah adalah pemberian yang berkaitan dengan perilaku bukan uang. Semakin banyak anda memberi, semakin banyak anda akan menerima.

Leave a comment »

Larangan Marah!

LARANGAN MARAH

(Penjelasan Hadis Ke 16 Dari 50 / Arbain Nawawi Plus Tambahan Ibnu Rajab / Hadis-Hadis Inti Ajaran Islam)

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

الحديث السادس عشر
عــن أبـي هـريـرة رضي الله عــنـه ، أن رَجُــلاً قـــال للـنـبي صلى الله عـلـيـه وعلى آله وسـلـم : أَوْصِــنِي .
قال : ( لاَ تَغْضَبْ ) فَرَدَّدَ مِرَارًا ، قال : ( لاَ تَغْضَبْ) .
رواه البخاري [ رقم : 6116 ].

Dari Abu Hurairah –Radhiallahu ‘Anhu, bahwasanya seseorang berkata kepada Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Salam:
“Berilah aku wasiat”.
Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Salam bersabda:
“Janganlah engkau marah”.
Orang tersebut mengulangi permintaannya hingga beberapa kali, sedang Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Salam bersabda:
“Janganlah engkau marah”.
(HR. Bukhari).

Syarh dan Kandungan Hadis:

1. Seorang muslim hendaklah selalu saling menasehati dan mencari pintu-pintu kebaikan.

2. Adakalanya seseorang perlu mengulang-ulang pembicaraannya sehingga dipahami oleh pendengar dan dirasakan pentingnya.

3. Anjuran untuk selalu melakukan tarbiyah (pembinaan) dengan suri tauladan dan contoh yang baik.

4. Orang-orang shaleh selalu rindu akan surga dan berusaha mencari jalan menuju kepadanya.

5. Disyari’atkan agar seorang muslim meminta taushiah (wasiat) kepada orang yang lebih alim daripadanya.

6. Tidak mengapa mengulang-ulang pertanyaan apabila seseorang beranggapan bahwa jawabannya belum cukup atau beranggapan bahwa yang ditanya belum memahami pertanyaannya atau dia ingin agar lebih jelas lagi.

7. Sikap santun dan menguasai diri adalah jalan kesuksesan dan keridhaan sedangkan marah adalah sumber segala keburukan dan selamat dari sifat pemarah adalah sumber kebaikan.

8. Marah adalah tanda lemahnya seseorang dan santun adalah tanda kuatnya.

9. Seorang muslim yang benar selalu menghiasi dirinya dengan sifat santun dan malu, mengenakan pakaian tawadhu’ dan menjadikan manusia cinta kepadanya, tampak atasnya sifat-sifat kegagahan seperti, ketabahan, menahan diri untuk tidak mengganggu dan memaafkan ketika mampu untuk membalas.

10. Hendaklah para da’i memahami psikologi masyarakat sekitarnya dan mengetahui penyakit-penyakit mereka dan obatnya.

11. Apabila marah itu karena Allah maka itu adalah marah yang terpuji, yaitu ketika dilanggar kehormatan-kehormatan Allah.

12. Marah ada dua macam: Terpuji dan tercela.

– Marah yang terpuji adalah marah yang dilakukan karena Allah, bertujuan kebaikan dan memberikan pelajaran, tidak melampaui batas, tidak mengeluarkan kata-kata kotor dan jorok, terkontrol dan bukan melampiaskan emosi dan hawa nafsu dll.

– Marah yang tercela adalah marah yang dilakukan bukan karena Allah, tidak memberikan pelajaran, melampaui batas, mengeluarkan kata-kata kotor dan jorok, tidak terkontrol, bertujuan melampiaskan emosi dan waha nafsu.

13. Diantara penyebab marah adalah: Sombong, saling membanggakan diri, menghina dan mengolok-olok, banyak bercanda, berdebat, ikut campur dalam permasalahan yang tidak ada kepentingannya dan tamak untuk mendapatkan harta dan kedudukan dll.

14. Diantara sarana menanggulangi marah adalah: Berdoa kepada Allah, banyak berdzikir kepada Allah, melatih diri untuk berhias dengan akhlak mulia seperti santun, tegar dan tenang, berusaha untuk menguasai diri apabila dibuat marah oleh orang lain, berlindung kepada Allah dari godaan syaitan terkutuk, merubah keadaannnya ketika sedang marah yaitu hendaklah duduk apabila sebelumnya berdiri dan merebahkan diri apabila sebelumnya duduk, tidak berbicara ketika sedang marah, berwudhu, mengingat-ingat keutamaan orang-orang yang menahan amarahnya dan hendaklah memberikan hak-hak badan secara benar seperti tidur dan istirahat dll.

15. Doa orang yang sedang marah adakalanya dikabulkan apabila bertepatan waktu mustajab, oleh sebab itu orang yang sedang marah dilarang berdoa keburukan untuk dirinya, hartanya atau orang lain.

sumber : http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=199

Leave a comment »